Pages

Tuesday, March 11, 2014

Kingdom Fungi

·         Ciri-Ciri Umum Diviso Dalam Kingdom Fungi
1.      Tubuh uniseluler atau multiseluler
2.      Dinding sel mengandung kitin,
3.      Fungi atau jamur termasuk organisme eukariotik yang tidak berkhlorofil, bersifat heterotrofik.
4.      Jamur multiseluler tersusun atas rangkaian sel-sel yang membentuk benang dengan sekat ( septa ) atau tanpa sekat melintang, disebut hifa. Hifa dapat berfungsi sebagai : penyerap makanan yang dilakukan olehmiselium (kumpulan hifa).
5.      Berdasarkan sumber makanannya Fungi ada yang bersifat parasitik dan ada yang bersifat saprofitik.
6.      Fungi yang hidup parasitik mendapat makanannya dari bahan organik yang masih menjadi bagian dari inang yang hidup. Beberapa Fungi ini menyebabkan penyakit pada tanaman, hewan dan manusia.
7.      Beberapa fungi mampu bersimbiosis mutualisme dengan organisme lain yaitu hidup bersama dengan organisme lain agar saling mendapatkan keuntungan, misalnya akar dari kebanyakan tanaman mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan untuk membentuk mikoriza. Mikoriza mampu meningkatkan kapasitas penyerapan nutrient dari akar tanaman.
8.      Dengan alat reproduksi, misalnya sporangium dan konidiumReproduksi jamur uniseluler secara : aseksual membentuk tunas, atau membentuk spora. Sedangkan seksual dengan membentuk sporaaskus / askuspora
9.      Reproduksi jamur multiseluler secara aseksual dengan cara fragmentasimenghasilkan spora aseksual. Sedangkan reproduksi seksual dengan peleburan inti jantan dan betina, akhirnya membentuk spora askus atau spora basidium.








·         Dasar Pengelompokkan Fungi
Dalam klasifikasi, kingdom Fungi dikelompokkan menjadi beberapa divisi yaitu :Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota berdasarkan struktur tubuh dan cara reproduksinya.

1.      Zigomycota
Tubuhnya bersel banyak, dinding sel dari kitin, hifa tidak bersekat, kumpulan hifa membentuk miselium, pembiakan aseksual ( vegetatif ) tidak membentuk zoospora, tapi membentuk sporangium dengan banyak spora yang warnanya hitam, pembiakan seksual dengan fusi (penggabungan) dari gametangia berinti banyak pada ujung hifa membentuk sebuah zigospora berinti banyak, hidupnya : saprofit dan parasit
Contoh  :
§  Rhyzopus stolonifer  jamur yang  membuat roti menjadi bulukan
§  Rhyzopus oryzae jamur untuk membuat tempe.


2.      Ascomycota
Tubuhnya bersel satu dan bersel banyak, yang bersel banyak membentuk hifa bersekat, kumpulan hifa membentuk miselium, pembiakan aseksual ( vegetatif ) membentuk spora aseksuall yang disebut konidia / konidium / konidiospora dan dengan membentuk tunas,pembiakan seksual dengan gametangia + dan gametangia – membentuk spora askus hidupnya : saprofit dan parasit
Contoh jamur Ascomycotina  :
1.      Sacharomyces cerevisae   untuk pembuatan  tape, minuman keras , roti, kue.
2.      Penicillium raqueforti dan Penicillium camemberti  untuk pembuatan keju
3.      Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum untuk pembuatan pinisilin (antibiotik).
4.      Aspergillus oryzae  untuk pembuatan melunakkan adonan roti .
5.      Aspergillus niger  untuk  menghilangkan Oksigen dan menjernihkan sari buah.
6.      Aspergillus wentii  . untuk pembuatan sake, kecap, tauco, asam sitrat.
7.      Aspergillus flafus  menghasilkan racun berupa aflatoksin.
8.      Aspergillus fumigatus  parasit pada paru-paru burung.
9.      Aspergillus nidulans  menyebabkan penyakit pada telinga ( automikosis ).
10.  Neurospora sitophila  untuk pembuatan oncom.
11.  Trichoderma reesei  menghasilkan enzim yang dapat menguraikan cellulose, enzim sellulosa ini dapat dipergunakan dalam produksi Protein Sel Tunggal     ( PST ).


3.      Basidiomycota
Bersifat makroskopis umumnya memiliki tubuh buah yang besar ( mudah dilihat dengan mata telanjang ), tubuhnya bersel banyak, membentuk hifa bersekat, dengan inti satu atau dua  kumpulan hifa membentuk cabang yang membesar ( basidium ), mempunyai tubuh buah ( basidiokarp ) bentuk ada yang seperti : payung,lembaran, pembiakan aseksual  ( vegetatif ) membentuk  tunas,konidia dan fragmentasi miselium., fragmentasi adalah memutuskan sebagian tubuh yang berupa benang (hifa) untuk menjadi individu baru ( jamur).pembiakan seksual dengan konjugasi atau dengan basidiospora yang dibentuk  dalam basidium
Di sekitar kita banyak ditemukan macam-macam jamur. Jamur yang sesungguhnya adalah tumbuh dari Basidiomycotina, seperti jamur merang jamur kayu dan jamur kuping. Dari tubuh buah dapat diamati struktur basidium dan sporanya dengan cara menyayat bagian permukaan bawah tubuh buah yang berupa sekat atau berlubang-lubang. Penyayatan tubuh buah dapat dipakai silet yang tajam untuk dibuat sediaan kemudiaan diamati dengan mikroskop.
Contoh lain jamur Basidiomycota :         
 jamur karat (Ustilago) dan jamur api (Puccinia graminis). Ustilago maydis hidup parasit pada tanaman jagung. Gejalanya ialah terjadinya pertumbuhan yang abnormal pada buah, daun atau batang jagung, banyak jamur dari Basidiomycotina ini tubuh buahnya dapat dimakan dan telah dibudidayakan seperti : Agaricus (Champgnon)  dan jamur tiram (Pleurotes).
4.      Deuteromycota
Disebut Fungi imperfecti ( jamur tidak sempurna ), Memiliki hifa yang bersekat, dapat membentuk spora vegetatif disebut konidium, belum diketahui pembiakan generatifnya.
Contoh jamur  Deuteromycotina :
a.       Epidermophyton floocosum  menyebabkan penyakit kaki pada atlit.
b.      Epidermophyton , Microsporum dan Trighophyton   menyebabkan penyakit kurap.


5.      Chytridiomycota
     Divisio Chytridiomycota sering dianggap sebagai bentuk peralihan antara divisio Protista dengan divisio Jamur. Akan tetapi, para ahli sistematika molekuler yang membandingkan urutan protein dan urutan asam nukleat divisio ini dengan jamur, telah menemukan bukti bahwa Chytridiomycota termasuk golongan jamur.

     Sebagian besar Chytridiomycota merupakan organisme akuatik, beberapa di antaranya bersifat saprofitik dan parasit pada invertebrata akuatik. Ciri utama divisio ini adalah nutrisi yang absorbtif dan dinding selnya tersusun atas senyawa chitin, memiliki hifa senositik dan bereproduksi dengan membentuk zoospora berflagel. Contohnya Chytridium.

Kingdom Monera

Berdasarkan Klasifikasi Makhluk Hidup,Monera adalah Kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti, biasanya disebut organisme prokariot.Meskipun tidak memiliki membran inti, kelompok monera memiliki bahan inti, seperti asam inti, sitoplasma, dan membran sel. Nah organisme yang tergolong ke dalam kingdom monera itu sendiri adalah Bakteri dan Alga Biru. Pada postingan dengan tema kingdom monera ini saya akan membahas tentang ciri dan perkembangbiakkan dari organisme yang tergolong ke dalam kingdom ini.Baiklah tidak usah berlama-lama, langsung saja ya.

Kingdom Monera


1.BAKTERI
Bakteri adalah organisme prokariot yang hanya dapa dilihat dengan menggunakan mikroskop. Artinya sudah jelas, yaitu bakteri tidak dapat dilihat langsung oleh mata manusia.Dibawah ini adalah penjelasan tentang ciri, cara hidup, dan perkembang biakkan Bakteri.

A.Ciri-ciri Bakteri
Bakteri memiliki tubuh yang hanya terdiri dari satu sel dan berukuran sekitar 4-8 mikron. Sel bakteri memiliki berbagai bentuk, ada yang bulat(koskus), batang(basil), dan spiral(spirilum).

Bentuk Bakteri

Meskipun berukuran kecil, jika berkelompok(berkoloni), bakteri akan terlihat. Contohnya di makanan basi, koloni bakteri tampak seperti lendir, percikan mentega atau percikan susu. Koloni bakteri ada yang berwarna kekuningan atau kemerahan dan ada juga yang berwarna putih.

B.Cara Hidup Bakteri
Organisme yang termasuk ke dalam kingdom monera ini memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Ada yang hidup dengan cara mengambil bahan organik dari lingkungannya (heterotrof), namun ada juga yang dapat berfotosintesis (autotrof). Tapi kebanyakan sih bakteri bersifat heterotrof, nah yang bersifat dari yang bersifat heterotrof tadi, ada yang sifatnya saprofit dan ada pula yang parasit.

Bakteri saprofit adalah bakter yang hidup bebas di alam dengan mengurai sampah, bangkai, serta kotoran.

Sedangkan bakteri parasit hidup di tubuh makhluk hidup lain dan merugikan inangnya.Berbagai penyakit manusia, tanaman, dan hewan disebabkan oleh bakteri parasit ini. Bakteri dapat menular melalui makanan,minuman melalui perantara atau melalu kontak langsung. Oleh karena itu saya sarankan kepada sobat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan.

C.Perkembangbiakkan Bakteri
Perkembangbiakkan bakteri dapat terjadi secara kawin maupun tidak kawin. Perkembangbiakan tak kawin dilakukan dengan membelah diri. Pada pembelahan diri, satu sel membelah menjadi dua, kemudian menjadi empat, delapan, enambelas dan seterusnya.

Sedangkan kalau secara kawin, bakteri dapat berkembang biak dengan konjugasi. Caranya, dua sel yang berdekatan membentuk saluran konjugasi. Melalui saluran ini plasma dari sel yang satu mengalir ke sel yang lain.

Kesimpulannya

Tubuh bakteri terdiri dari satu sel, sebagian besar bakteri hidup secara sporofit atau parasit. Bakteri berkembangbiak dengan membelah diri dan kenjugasi.

2.ALGA BIRU (Cyanobacteria)
Alga biru tidak dimasukkan kedalam kelas protista seperti alga lainnya. Mengapa demikian? Karena ia merupakan organisme prokariot sama seperti bakteri. Sehingga digolongkan kedalam kingdom monera.

A.Ciri-ciri Alga Biru
Cyanobacteria sering disebut alga hijau-biru karena memiliki warna hijau kebiruan. Untuk memudahkan mengucapnya kita sebut saja alga biru. Alga ini dapat hidup di berbagai tempat dan keadaan, contohnya saja ada yang hidup di batu, tanah, kulit kayu, air tawar, bahkan air laut. Tubuhnya ada yang bersel satu, ada pula yang berupa untaian benang yang terbentuk dari beberapa sel. Sel alga biru tergolong ke dalam sel prokariot yang berklorofil. Oleh karena itu, ia dapat berfotosintesis dan mengahasilkan makanan sendiri (autotrof).

Alga Biru

B.Perkembangbiakan Alga Biru
Alga biru berkembangbiak dengan cara membelah diri dan fragmentasi. Alga yang bersel satu membelah diri dari satu menjadi dua, empat, delapan, dan seterusnya. Sedangkan Alga yang berbentuk benang memutuskan diri menjadi fragmen dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh Alga biru antara lain Anabarna, Rivularia, Glorocapsa, dan Oscillatori.

Kesimpulannya

Tubuh Alga biru terdiri dari satu sel atau untaian sel seperti benang, berklorofil sehingga bersifat autotrof. Berkembang biak dengan membelah diri dan fragmentasi.

Akhirnya saya telah selesai mengenai tema kali ini yaitu “kingdom monera”. Sekarang giliran sobat deh buat kasih tambahan lewat kotak komentar yang ada di bawah.Sekalian kita kenalan gitu. Kalo ga di isi gapapa juga deh yang penting sobat udah berkunjung. Terimakasih atas kunjungannya, mudah-mudahan betah di softilmu.blogspot.com. Artikel kali ini semoga bermanfaat.

Ciri-Ciri Umum Kingdom Plantae (Tumbuhan)


Perhatikanlah gambar hamparan tumbuhan yang terdapat di bawah. Maka sejauh kita memandang yang terlihat hanyalah hamparan tumbuhan hijau. Itulah pemandangan di dataran yang dipenuhi oleh berbagai macam tumbuhan. Tumbuhan memang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap hari kita makan berbagai jenis tumbuhan sehingga kita dapat tetap hidup.

Hamparan Tumbuhan
Hamparan Tumbuhan
(sumber gambar : green.kompasiana.com)

Namun demikian, kadang-kadang pernahkah kita berpikir apa sebenarnya yang membedakan tumbuhan dengan kelompok organisme yang lain? dan apakah yang menjadi ciri khas yang menyebabkan suatu jenis organisme dikelompokkan ke dalam jenis tumbuhan. Untuk lebih jelasnya kita akan lihat pada uraian berikut ini mengenai ciri-ciri umum kingdom plantae (tumbuhan).

Ciri-Ciri Umum Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kingdom Plantae merupakan kingdom yang anggota kelompoknya terdiri atas organisme yang telah mempunyai membran inti (eukairot) dan terdiri atas banyak sel (multiseluler). Tumbuhan sebagai organisme autotrof mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya melalui proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis tersebut, karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan air (H2O) diubah menjadi molekul organik, yaitu karbohidrat dan oksigen (O2).

Dalam suatu ekosistem, tumbuhan berfungsi sebagai komponen dasar dari semua habitat yang ada di muka bumi, dengan membuat molekul organik yang akan mengalami siklus melalui suatu jaring-jaring makanan. Kemampuan tumbuhan untuk berfotosintesis, menjadikannya sebagai sumber makanan bagi semua anggota kingdom animalia di permukaan bumi sehingga mereka dapat bertahan hidup.

Salah satu ciri penting yang terdapat pada sel tumbuhan ialah dinding sel yang sangat berbeda dengan dinding sel organisme bersel satu. Pada tumbuhandinding sel terbuat dari selulosa. Dinding sel membuat struktur sel tumbuhan menjadi kuat. Ciri lain yang terdapat pada sel tumbuhan yaitu terdapatnya vakuola yang besar dan berfungsi sebagai penyimpan cadangan air dan bahan kimia lainnya, sebagai tempat pembuangan hasil metabolisme sel, dan tempat penyimpanan racun atau pigmen bunga. Sel tumbuhan merupakan satu-satunya sel organisme yang mengandung kloroplas. Organ inilah yang berfungsi menyelenggarakan proses fotosinteisis.

Struktur Sel Tumbuhan
Struktur Sel Tumbuhan
(sumber gambar : micro.magnet.fsu.edu)

Jumlah organisme yang termasuk dalam kingdom plantae terdiri atas ± 260.000 spesies yang terbagi ke dalam beberapa divisi. Ada berbagai jenis pengelompokan tumbuhan yang dihasilkan oleh para ilmuwan. Salah satu jenis pengelompokan tumbuhan adalah seperti bagan di bawah ini.

Bagan Pengelompokan Jenis Tumbuhan
Bagan Pengelompokan Jenis Tumbuhan
Dengan begitu banyaknya jenis tumbuhan yang ada di bumi kita ini, hal tersebut dapat menambah rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan berbagai tumbuhan tersebut, dan dengan sepantasnya maka kita sebagai sesama makhluk Tuhan maka harussaling  menjaga dan merawatnya.

Karakteristik Kingdom Animalia

Kingdom animalia adalah salah satu kingdom yang memiliki anggota yang paling banyak dan bervariasi. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang. Dan berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri, struktur lapisan tubuh, dan klasifikasi dari kingdom animalia.

peta konsep, kingdom animalia

Peta konsep kingdom animalia
(klik gambar untuk memperbesar)

A. Ciri-ciri Kingdom Animalia
Anggota kingdom animalia memiliki ciri-ciri yang yang membedakannya dengan kingdom-kingdom lain, seperti:

  1. Hewan merupakan organisme eukariotik multiseluler.
  2. Bersifat heterotrofik, berbeda dengan tumbuhan yang bisa memproduksi makanan sendiri lewat fotosintesis (autotrof), hewan tidak bisa memproduksi makanan sendiri sehingga akan memakan bahan organik yang sudah jadi.
  3. Tidak memiliki dinding sel, komponen terbesar sel hewan tersusun atas protein struktural kolagen.
  4. Memiliki jaringan saraf dan jaringan otot sehingga bisa aktif bergerak (bersifat motil).
  5. Sebagian besar bereproduksi secara seksual.
  6. Siklus hidup didominasi oleh bentuk diploid (2n).
B. Struktur Tubuh Animalia

Dalam klasifikasi kingdom animalia, paling tidak ada dua ciri yang membedakan struktur tubuh suatu hewan. Dua ciri tersebut antara lain berdasarkan simetri tubuh dan lapisan tubuh.

1. Simetri tubuh

Berdasarkan simetri tubuhnya, hewan dapat dibedakan menjadi hewan yang memiliki simetri tubuh bilateral dan hewan yang memiliki simetri tubuh radial.

  • Simetri Bilateral, adalah hewan yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian lainnya. Jika diambil garis memotong dari depan ke belakang, maka akan terlihat bagian tubuh tubuh yang sama antara kiri dan kanan. Hewan yang bersimetri bilateral selain memiliki sisi puncak (oral) dan sisi dasar (aboral), juga memiliki sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior) dan sisi ekor (posterior), serta sisi samping (lateral).

  • Simetri Radial, adalah hewan yang memiliki lapisan tubuh melingkar (bulat). Hewan dengan simetri radial hanya memiliki dua bagian, yaitu bagian puncak (oral) dan bagian dasar (aboral). Hewan yang bersimetri radial disebut sebagai radiata, hewan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain porifera, cnidaria, dan echinodermata.
simetri radial, bilateral

2. Lapisan Tubuh

Dalam perkembangannya menjadi individu dewasa, hewan akan membentuk lapisan tubuh. Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hawan dikelompokkan menjadi diploblastik dan tripoblastik.

  • Hewan Diploblastik, adalah hewan yang memiliki dua lapis sel tubuh. Lapisan terluar disebut dengan ektoderma, sedangkan lapisan dalam disebut dengan endoderma. Contoh dari hewan diploblastik adalah cnidaria.

  • Hewan Triploblastik, adalah hewan yang memiliki tiga lapis sel tubuh. Lapisan terluar disebut eksoderma, lapisan tengah disebut mesoderma, dan lapisan dalam disebut endoderma. Ektoderma akan berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf, mesoderma akan berkembang menjadi kelenjar pencernaan dan usus, sedangkan endoderma akan berkembang menjadi jaringan otot.
3. Rongga Tubuh (selom)

Hewan triploblastik masih dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan rongga tubuh (selom) yang dimilikinya. Rongga tubuh pada hewan sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu aselomata, pseudoselomata, dan selomata.

  • Aselomata, adalah hewan bertubuh padat yang tidak memiliki rongga antara usus dengan tubuh terluar. Hewan yang termasuk aselomata adalah cacing pipih (Platyhelmintes).

  • Pseudoselomata, adalah hewan yang memiliki rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga tersebut berisi cairan yang memisahkan alat pencernaan dan dinding tubuh terluar. Rongga tersebut tidak dibatasi jaringan yang berasal dari mesoderma. Hewan yang termasuk pseudoselomata adalah Rotifera dan Nematoda.

  • Selomata, adalah hewan berongga tubuh yang berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderma. Lapisan dalam dan luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga dan menghubungkan dorsal dengan ventral membentuk mesenteron. Mesenteron berfungsi sebagai penggantung organ dalam. Selomata sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu protoselomata dan deutroselomata. Contoh hewan yang termasuk protoselomata antara lain Mollusca, Annelida, dan Arthropoda. Sedangkan hewan yang termasuk dalam deutroselomata antara lain Echinodermata dan Chordata.
C. Klasifikasi Kingdom Animalia

Anggota kingdom animalia diklasifikasikan menjadi sembilan filum, antara lain:

1. Porifera (hewan berpori).
2. Cnidaria (hewan berongga).
3. Platyhelmintes (cacing pipih).
4. Nemathelmintes (cacing gilig).
5. Annelida (cacing bersegmen).
6. Mollusca (hewan bertubuh lunak).
7. Arthropoda (hewan berbuku).
8. Echinodhermata (hewan berkulit duri).
9. Chordata (hewan bertulang). - See more at: http://iwak-pithik.blogspot.com/2012/05/kingdom-animalia-dunia-hewan.html#sthash.vfgKilj8.dpuf

Kingdom Animalia




A.   Ciri-Ciri Kingdom Animalia
  • merupakan organisme multiseluler, dan memiliki sel-sel yang terspesialisasi
  • bersifat eukariotik, dan berukuran makroskopis.
  • tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof
  • memerlukan oksigen dalam respirasinya.
  • reproduksi secara seksual, dan beberapa filum secara aseksual.
 B.   Klasifikasi Animalia
Animalia dikelompokkan menjadi beberapa filum, antara lain :1. Filum Porifera, 2. Filum Cnidaria / Coelenterata, 3. Filum Ctenophora, 4. Filum Platyhelminthes, 5. Filum Nemathelminthes, 6. Filum Annellida, 7. Filum Mollusca, 8. Filum Arthropoda, 9. Filum Echinodermata, 10. Filum Chordata
Kriteria yang digunakan sebagai dasar pengelompokan hewan dalam tingkat filum antara lain :
1.   Jumlah Sel
Yaitu jumlah sel setiap individunya. Berdasarkan jumlah selnya dibedakan antara lain :
  • Uniseluler / Monoseluler, yaitu individu yang memiliki satu sel (satu nukleus). Contoh : Protozoa.
  • Multiseluler, yaitu individu yang memiliki jumlah sel lebih dari satu. Contoh  : Filum Porifera, cnidaria, platihelmintes, nemathelmintes, annelida, mollusca, arthropoda, echinodermata, dan Chordata.
Individu yang bersel banyak dan  telah membentuk jaringan dinamakan Metazoa.  Misal : Serangga, Cacing, Hydra, dan sebagainya. Sedangkan Individu yang bersel banyak belum memiliki jaringan dinamakan Parazoa, Misal : Porifera.
2.   Lapisan Tubuh
Yaitu lapisan tubuh yang terbentuk sewaktu masih embrional. Pada saat pertumbuhan dan perkembangan hewan sejak Zygot, terjadi pembelahan – pembelahan sel secara biner, sehingga terbentuk bagian sel yang meyerupai bola, selanjutnya terbentuk lekukan ke dalam membentuk lapisan lembaga tubuh, yaitu Ekstoderm (lapisan luar), Endoderm(lapisan dalam), dan Mesoderm (lapisan tengah).
Berdasarkan Lapisan tubuh pada setiap individu, hewan dibedakan menjadi:
  • Diplobalastik, yaitu hewan yang memiliki 2 lapisan tubuh (ekstoderm dan endoderm). Contoh : Coelenterata.
  • Triploblastik, yaitu hewan yang memiliki 3 lapisan tubuh (ekstoderm, mesoderm, dan endoderm). Contoh : Platyhelmintes, Nemathelmintes, Annellida, Molusca, Arthrophoda, dan Echinodermata.
3.   Simetri  Tubuh
Yaitu sistem pembagian tubuh menurut sumbu simetri tubuhnya. Berdasarkan simetri tubuhnya, hewan dibedakan menjadi :
  • Asimetri, yaitu hewan yang tidak memiliki pembagian tubuh yang tetap / sama. Misal Protozoa.
  • Simetri Bilateral, yaitu hewan yang apabila tubuhnya dibagi 2 melalui pusatnya diperoleh bentuk dan ukuran yang sama. Misal : Platyhelmintes, Nemathelmintes, Annellida, Arthrophoda, chordata.
  • Simetri Radial, yaitu hewan yang apabila tubuhnya dibagi 2 melalui pusatnya dari arah manapun diperoleh bentuk dan  ukuran yang sama. Misal : Porifera, Coelenterata, Echinodermata.
4.  Rongga Tubuh ( Coelom )
Yaitu hewan yang tubuhnya terdapat rongga atau ruang antar lapisan tubuh. Perkembangan selanjutnya rongga ini membentuk sistem organ tubuh, seperti sistem pencernakan, pernafasan, ekskresi, dan sebagainya.
Berdasarkan rongga tubuhnya, hewan dibedakan menjadi :
  • Acoelomata, yaitu hewan yang tidak memiliki rongga tubuh, karena hanya memiliki 2 lapisan tubuh (ekstoderm dan endoderm). Contoh : phylum Platyhelmintes.
  • Pseudocoelomata, yaitu hewan yang memiliki rongga semu, karena hanya sebagian saja lapisan tubuhnya yang dibatasi lapisan mesoderm.
  • Coelomata, yaitu hewan yang memiliki rongga tubuh yang nyata, karena seluruh tubuh dibatasi lapisan mesoderm. Minimal memiliki rongga gastrovasculer yang berperan sebagai sistem pencernakan. Contoh : phylum Coelenterata, Annellida, Molusca, Echinodermata, dan Arthrophoda.
5.  Segmentasi Tubuh
Yaitu ruas – ruas tubuh. Berdasarkan ruas – ruas tubuhnya, hewan dibedakan menjadi :
  • Metameri, yaitu hewan yang tubuhnya memiliki ruas–ruas tubuh. Contoh : Annellida, Arthrophoda, Echinodermata.
  • Non Metameri, yaitu hewan yang tubuhnya tidak memiliki ruas – ruas tubuh. Contoh : Protozoa, Porifera, Platyhelmintes, Nemathelmintes, Molusca.  Pada Platyhelmintes ada yang mengelompokkan dalam metameri semu (pseudosegmen).
6.  Kerangka Tubuh (Skeleton)
Yaitu bagian tubuh yang berperan sebagai alat perlindungan. Berdasarkan kerangka tubuhnya, hewan dibedakan menjadi :
  • Eksoskeleton, yaitu hewan yang memiliki alat perlindungan di luar tubuhnya. Contoh : Pada hewan Invertabrata.
  • Endoskeleton, yaitu hewan yang memiliki alat perlindungan di dalam tubuhnya. Contoh : Pada filum Chordata (Vertebrata).
7.  Susunan Syaraf
Yaitu  letak susunan syaraf. Berdasakan letak susunan syarafnya dibedakan dorsal (belakang) dan ventral (depan / perut). Ada beberapa hewan yang belum memiliki susunan syaraf yang jelas, yaitu Protozoa, Porifera, dan Coelenterata.